PROGRAM 100 BANDUNG KREATIF

Program 100 pada dasarnya tidak bertumpu pada angka 100, karena justru target yang diinginkan adalah lebih dari 100. Hal ini dengan memandang luasnya cakupan Bandung dan besarnya pola kreasi dengan pengalaman akademik dan ilmiah sebagai seorang yang memiliki kapasitas kepakaran di bidang penataan ruang wilayah kota (ilmu planologi) yang ingin diimplementasikan. Keterukuran, sebenarnya adalah tujuan Program 100 ini, sehingga direfleksikan bahwa kepemimpinan mesti memberi hal-hal yang serba terukur demi kemudahan sikap kritis dan keperluan evaluasi demi terciptanya tata kota yang lebih baik.

Hal ini mesti dilakukan oleh seorang yang tak hanya memiliki kapabilitas dan pengalaman dalam bidang keilmuan tata kota, namun juga memiliki kemampuan manajemen organisasi dan sikap kepemimpinan yang baik dan teruji. Kompleksitas penataan kota Bandung dan kepemimpinan keprofesian di organisasi Ikatan Alumni Planologi ITB merupakan modal dasar mengapa Program 100 Bandung Kreatif ini dilancarkan. Kompleksitas perencanaan kota seperti Bandung untuk sinergisasi potensi kreatif di dalamnya memerlukan kepemimpinan yang memiliki visi yang interdisiplin, tak hanya di bidang perencanaan sipil, namun juga bidang-bidang lain seperti ilmu politik dan organisasi, ilmu manajemen dan ekonomi, yang saling kait-mengkait menghasilkan kepemimpinan yang lintas disiplin ilmu. Ketika ilmu pengetahuan menjadi dasar kebijakan, maka kejujuran adalah bahasanya dan refutability menjadi landasan geraknya untuk menghasilkan kehidupan kotamadya yang lebih baik. Melalui Program 100 Bandung Kreatif ini, maka Bandung dapat menjadi satu blue print kota di wilayah Republik Indonesia dengan tata kepemimpinan dan perencanaan yang komprehensif dan saintifik yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, sekaligus mampu mendorong potensi kreatif dan inovatif menghadapi persoalan bangsa dan kemasyarakatan yang semakin rumit dan sulit di tengah arus globalisasi.

Kepemimpinan Kota dengan Program 100 Bandung Kreatif merupakan isu yang membungkus proyek percontohan ketika perencanaan inovatif dan ekonomi kreatif menjadi landasan gerak menuju kerangka masyarakat yang lebih baik. Program 100 Bandung Kreatif akhirnya memiliki visi nasional bahkan global namun memiliki sensitivitas yang tinggi atas aspek lokal masyarakat.

Beberapa butir dari Program 100 Bandung Kreatif ini antara lain dijabarkan sebagai berikut:

1. Membangun 100 Perpustakaan Desain
Di Institut Teknologi Bandung saja, terdapat lebih dari 100 orang sarjana di bidang desain dan seni (sumber: ITB, 2007). Untuk wilayah Bandung, intelektual di bidang desain dan kretativitas ini ditambah lagi dengan berbagai sentra pendidikan desain dan seni di lingkungan swasta seperti Sekolah Tinggi Seni Indonesia yang bertempat di Bandung. Sebagai sebuah kota kreatif, maka berbagai pengembangan inovatif dan kreatif terkait desain perlu disokong oleh perpustakaan desain. Perpustakaan desain ini merupakan tempat berbagai hasil inovasi seni dan budaya terdata dengan baik ditambah dengan berbagai sumber referensi terkait pengembangan desain di kota Bandung. Perpustakaan desain merupakan hal yang sangat penting yang dapat dimotori oleh berbagai kelembagaan seni dan pusat-pusat studi seni yang memang marak di wilayah kota Bandung. Program 100 Perpustakaan Desain ini pada gilirannya akan menjadi sumber basis data referensi bahkan inspirasi bagi berbagai inovasi desain berbagai produk yang dikembangkan tak hanya di Bandung, tapi juga Indonesia dan dunia secara umum.

2. Menyediakan 100 Hot Spot Internet
Bandung dikenal sebagai kota lembah silikon (silicon valey) di Indonesia. Kota Bandung juga terkenal dengan salah satu kota perintis dalam zona internet hot spot melalui berbagai provider internet lokal kota Bandung ternama yang menyertai tongkrongan café, bandar udara, restoran dan hotel, hingga kampus. Gambar di bawah menunjukkan tingginya kebutuhan akan jumlah hotspot internet di kota Bandung, meskipun dalam fraksinya relatif terhadap luas wilayahnya masih lebih tinggi daripada Jakarta dan Bogor.

Bandung Kota Hotspot:
Gambaran perbandingan jumlah hotspot internet di Jakarta, Bandung, dan Bogor
(dari berbagai sumber)

Dorongan pembangun 100 tempat hotspot internet baru di Bandung akan mendorong banyak hal:
- Pemasyarakatan penggunaan internet di kota Bandung yang semakin menunjukkan karakternya sebagai pionir lembah silikon di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2006) partisipasi penggunaan internet di Indonesia masih sangat rendah ( 10). Kejuaraan kompetisi ilmiah di level nasional dan internasional mesti disokong untuk peningkatan kepercayaan diri dan kiprah Indonesia di level internasional. Di sini, visi kepemimpinan dalam wawasan akademis manajemen kota Bandung sangat diperlukan. Program 100 kali Juara Kompetisi Ilmiah dapat digalakkan untuk memenangkan berbagai event kompetisi ilmiah seperti olimpiade sains, lomba karya ilmiah, berbagai lomba karya tulis, dan sebagainya, termasuk berbagai kompetisi ilmiah bagi mereka yang berbeda di lembaga pendidikan luar biasa maupun pendidikan kejuruan, untuk mendorong citra Bandung sebagai kota yang ramah pendidikan dan masyarakat akademik. Hal-hal ini dapat dilakukan dengan pelibatan berbagai sentra pendidikan di kota Bandung yang memang disokong oleh lebih dari 7000 dosen perguruan tinggi dan hampir 100,000 orang mahasiswa yang tinggal di Bandung (2003) dalam pembinaan sekitar 650,000 siswa di berbagai lembaga pendidikan mulai dari TK hingga SLTA yang berjumlah lebih dari 1500 di wilayah kotamadya Bandung.

27. Membangun 100 Studio Musik & Karaoke Keluarga yang Terjangkau
Dalam babad mitologi Sunda, dikisahkan leluhur masyarakat pulau Jawa yaitu Hariang Banga dan Ciung Wanara setelah pertempuran di antara keduanya memilih untuk berdamai dan kemudian masing-masing berpisah. Ranghiang Banga memilih jalan ke arah timur sambil ber-syair dan ia merupakan leluhur suku Jawa, sementara Ciung Wanara yang merupakan leluhur orang Sunda, memilih ke arah barat sambil bernyanyi. Mitologi ini menunjukkan adanya afinitas orang Bandung, sebagai ibu kotanya orang Sunda, untuk bernyanyi.

Berbagai kontes musik seperti Indonesian Idol, Akademi Fantasi, Mamamia dan sebagainya telah menghiasi layar kaca nasional, namun dimanakah prestasi warga Bandung? Studio Musik tempat generasi muda dapat mengasah kreatifitasnya dalam akuisisi seni musik masih terasa langka dan jarang. Tempat karaoke keluarga yang murah masih sangat kurang. Sebagai sebuah bentuk rekreasi di tengah hiruk pikuk dan kepenatan kota besar dan padat seperti Bandung, karaoke keluarga dapat menjadi sebuah media ekspresi yang positif. Justru sangat disayangkan, malah karaoke sering ter-asosiasi-kan dengan hal-hal yang negative dalam aspek masyarakat Timur. Melalui pembangunan 100 studio musi baru dan fasilitas karaoke keluarga baru dengan harga terjangkau, hal ini dapat diubah. Sebagai sebuah percontohan kota kreatif, Bandung dapat menjadi kota musik, ketika lagu dan keakraban keluarga dapat mencairkan suasana dan secara produktif mendorong kreasi di bidang seni musik.

6 Responses to “PROGRAM 100 BANDUNG KREATIF”

  1. rio Says:

    sebelumnya saya meminta maaf atas kelancangan saya berpendapat..saya mau berpendapat mengenai poin hotspot,,
    menurut saya..hotspot di bandung sudah cukup..tidak perlu ditambah..apabila alasan perlunya karena “Pembangunan Hotspot mendorong terbangunnnya sentra ekonomi lainnya di Bandung, misalnya bisnis café, restoran dan hotel yang dapat menjadi salah satu sumber dana bagi pusat likuiditas ekonomi Kota Bandung secara umum”

    saya merasa itu kurang tepat..karena sudah cukup banyak resto,cafe,hotel di bandung ini..berikut tatanannya yang kurang baik..saya berpendapat akan semakin menserawutkan kota..

    selain itu..di bandung,internet juga sudah cukup menjamur,ditambah adanya promosi dari telkom speedy yang memberikan potongan khusus bagi mahasiswa yang ingin berkoneksi internet dirumah ato kosannya.

    best regards

    andi arie wicaksana
    geodesi dan geomatika itb

  2. Hetifah Says:

    Terima kasih atas tanggapannya. Tetaplah bersama kami dan kami tunggu aspirasi anda dalam “program 100″.

    salam,
    Hetifah Center

  3. tenno Says:

    beberapa hal yang ditulis diatas menarik perhatian saya… terutama untuk poin 18, ttg 100 festival kota… acara yang digelar dari festival itu dapat menyampaikan pesan-pesan untuk mendukung poin yang lainnya. Ibu apa mungkin bila ibu mengundang “Forum Event Bandung” untuk membentuk dan menyalurkan ide nya agar menggelar acara festival diatas, jadi semua element EO dan Offair radio terlibat disini, dengan satu tujuan : membangun kota Bandung, saya sendiri tergabung dalam keanggotaan diatas (FEB), saya yakin tujuan mulia ibu akan lebih cepat terealisasi.
    ada satu hal saya dari dulu sangat ingin melaksanakan “Chinese Moslem Festival”, namun setiap kali saya mau merealisasikannya saya selalu merasa kurang siap.
    Terima kasih ibu

    Tenno Ali Dewangga. SE,Skom
    Event Department SPV
    Auto Radio 88,9 FM
    Bandung

  4. r m Says:

    program bodoh

  5. tenno ali dewangga Says:

    ibu hetifah, bgmn saya tidak melihat realisasi program 100 kreatif bandung dari ibu, bagaimana perkembangannya? oya saya ingin mengomentari pendapat saudara rm diatas, dengan statement singkat dan beralasan “program bodoh” singkat dan padat, menurut saya seseorang yang menyatakan pendapat dengan inisial adalah orang yang pengecut. seseorang yg tidak hargai pendapat usaha seseorang dengan ide-idenya, memberi masukan dengan statement kasar cukup membuktikan kualitas otak saudara r m.

  6. yasmin Says:

    Lalu bagaimana kelanjutan dari program yang diajukan?
    kok tidak ada kabarnya lagi?

    Dan sudah sejauh apa?
    Tampak sudah sibuk meng-update nih.

    Masukan aja dari saya, mbo’ ya yang dibuat jangan cuman program2 aja..
    tapi sentuh juga sisi humanisme nya…
    sepertinya sisi humanisme dari kota kreatif belum pernah dibahas ni..
    ayo dong coba diangkat.. :D
    -yk-

Leave a Reply